Cara Menyiapkan Pernikahan – Ada banyak hal yang harus dipersiapkan seseorang dalam menuju pernikahan. Ada persiapan fisik dan juga materi. Islam tidak menuntut umatnya untuk menikah dengan pesta mewah dan glamor. Islam mencintai kesederhanaan, oleh karena itu uang bukanlah masalah utama bagi Anda yang ingin menikah. Semua harus didasarkan pada niat Anda yang ingin menikah demi tujuan yang lebih baik. Apalagi menikah demi orang yag disayang atau demi menolong seseorang.

Persiapan Menikah Untuk Wanita

Persiapan Menikah Untuk Wanita
Dakwatuna

Islam sangat mencintai mereka yang mengasihi sesama, sama halnya dengan mereka yang ingin menikah. Lalu apa saja yang harus dipersiapkan untuk pernikahan ? Berikut ulasannya.

1. Surat nikah
Hal pertama yang harus Anda siapkan sebelum menikah adalah membuat surat nikah. Anda harus pergi ke KUA setempat dan melampirkan beberapa dokumen yang dibutuhkan untuk persiapan menikah. Pernikahan tanpa surat nikah dikatakan tidak sah alias nikah sirih, dan snikah sirih tidak diperintahkan oleh Allah karena bisa menimbulkan berbagai masalah dibelakang. Biasanya di satu kecamatan ada KUA sebagai tempat untuk menerima laporan pernikahan, Anda juga bisa mewakilkan penghulu melalui KUA.  Untuk informasi tambahan, Anda bisa menikah di KUA atau meminta tolong dewan KUA untuk menikahkan Anda dirumah Anda. 

2.  Penghulu
Yang kedua adalah penghulu, penghulu bekerja sebagai orang yang memimpin acara pernikahan dan membimbing mempelai laki-laki untuk mengucapkan ijab dihadapan para wakil. Penghulu bisa dari ayah mempelai perempuan bisa juga diwakilkan dengan oleh dewan KUA. Penghulu biasanya memberikan sedikit nasehat dan melakukan doa bersama agar pernikahan dua orang diridhai oleh Allah.

3. Saksi
Selain penghulu, saksi memegang peranan penting dalam pernikahan dua orang. Saksi bertindak sebagai orang yang mengikuti jalannya pernikahan. Biasanya saksi dari keluarga terdekat.

4. Mahar
Mahar adalah suatu kewajiban yang diberikan dari mempelai laki-laki yang diberikan kepada mempelai perempuan. Mahar tidak memiliki ketentuan khusus, berapa banyak mahar yang akan diserahkan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Perlu diingat selalu bahwa sebelum Anda menikah Anda harus mendapatkan restu dari kedua orang tua, harus memiliki pekerjaan yang bisa dijadikan sebagai mata pencaharian kemudian Anda dan pasangan telah siap untuk beribadah bersama dalam keluarga kecil.

Selain itu Anda harus menyiapkan mental untuk mengarungi kehidupan berdua, Anda harus siap untuk hidup mandiri dan bertanggung jawab atas apa yang terjadi dalam keluarga kecil Anda. Allah selalu memberikan jalan bagi mereka yang menjalankan perintahnya. Dan menikah adalah salah satu perintah Allah yang harus dijalan oleh semua umat muslim. Untuk Anda yang belum memiliki jodoh, Anda bisa berdoa sambil terus memperbaiki diri sehingga Anda menjadi pribadi baik yang pantas mendapatkan jodoh yang baik pula. Ingatkah Anda mengenai dalil Allah melalui Al-Qur’an yang menyatakan bahwa lelaki baik untuk perempuan baik dan sebaliknya.

اَلْخـَبِيـْثــاَتُ لِلْخَبِيْثـِيْنَ وَ اْلخَبِيْثُــوْنَ لِلْخَبِيْثاَتِ وَ الطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَ الطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبَاتِ.

Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik”. (Qs. An Nur:26)

Untuk itu kualitas diri harus selalu ditingkatkan dan jangan lagi Anda melakukan hal yang dilarang agama.

Bila Anda sudah tidak sabar untuk berdua, Anda bisa menikah. Tidak harus mewah, asal pernikahan berjalan lancar dan tidak berlebihan. Semoga kelak keluarga yang baru saja menikah diridhai Allah, direstui Allah untuk menjadi pasangan yang dilindungi Allah, dijamin rejekinya dan menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah sesuai dengan impian semua pasangan yang ingin menikah dan mendekatkan diri pada Allah.