Dulu saya pernah membuat sebuah tulisan berjudul Pilih WordPress Atau Blogspot, yang intinya berisi segala kekurangan dan kelebihan dua platform blogging yang paling banyak dipakai oleh blogger. Diantara sekian banyak kelebihan ini diantaranya yang paling saya tonjolkan adalah perbandingan SEO friendly  keduanya, pertanyaannya masihkah relevan? Ini berbicara tentang Blogspot dan WordPress gratis bukan wordpress self hosted ya.

Wordpress, BlogspotBelakangan ini saya sering membuat blog berplatform blogspot, ada sepuluh malah  dengan berbagai konten dan tema tulisan masing-masing yang tujuannya tidak lain untuk monetisasi :). Bila saya dulu beranggapan wordpress lebih SEO friendly terutama google sebagai raja search engine, mungkin saya sekarang mulai meragukannya, dengan beberapa alasan dan sedikit bukti.

  • Blogspot itu milik Google, tidak usah dijelaskan nepotismenya. silahkan renungkan 🙂
  •  Beberapa minggu lalu saya membuat blog di blogspot, dalam satu hari sudah terindex, dengan sedikit optimasi belum genap seminggu sudah nongkrong di halaman satu SERP meski dengan longtail keyword.
  • Dalam SERP setelah diperhatikan secara seksama, bila kita mencari sesuatu di google mayoritas hasil yang ditampilkan adalah blog-blog yang berplatform blogspot. Meski sebenarnya ada dua allternatif jawaban. Pertama : Memang blogger sekarang lebih banyak membuat blognya di blogspot, sehingga secara otomatis hasil pencarian mengarahkannya secara kebetulan. Kedua: Ya seperti sudah saya bilang Blogspot sekarang lebih SEO friendly.

Sekarang ini saya masih ingin melakukan sedikit riset karena memang belum terbukti, itu hanya hasil analisa kecil-kecilan saja. Apakah ini suatu bukti bahwa wordpress gratisan sudah mulai kurang diminati? Dengan banyaknya kebebasan di Blogspot. Atau kembali ke pertanyaan bahwa  blogspot sekarang lebih SEO friendly atau justru pemahaman saya yang telah salah dari awal bahwa WordPress lebih SEO friendly dibandingkan blogspot.

Blogspot maupun wordpress memang mempunyai peminat dan pecinta dan forumnya masing-masing, bahkan menurut saya cenderung di “kotak-kotak-kan” 🙂 saya sendiri sebagai pelaku “poligami” harus adil dan mencintai keduanya. Lalu bagaimana menurut kawan-kawan?