Penyebab Traffick Blog Menurun

Masih penasaran dengan penyebab ranking blog di serp yang menurun sampai sekarang, tentu saja agar tak terulang di kemudian hari, saya banyak sekali membaca dan mencari artikel-artikel yang membahas hal ini, banyak sekali istilahistilah yang saya temukan bahkan baru pertama kali saya dengar. Seperti

  • Google Dance : Tenggat waktu semi regular untuk memperbaiki alogaritma search yang lama, dan  SERP bisa berubah untuk sementara waktu
  • Google Honeymoon :  Efek Pemeringkatan sementara terhadap blog baru untuk kata kunci blog bersangkutan Hasilnya blog yang terkena efek google honeymoon ini akan menduduki peringkat tinggi di SERP namun hanya sementara
  • Google Sandbox  :  hukuman sementara yang diberikan terhadap suatu blog dikarenakan melanggar beberapa aturan Google, dengan tidak muncul di SERP
  • Google Banned : Hukuman terberat yang diberikan Google terhadap suatu Blog, blog yang terkena Google Banned akan sama sekali hilang dari direktori google, Blogger sukses sekelas Jhon Cow pernah mengalaminya

Menurut beberapa sumber yang saya baca, beberapa diantaranya bukanlah istilah atau penamaan yang diberikan oleh google sendiri, namun penyebutan suatu fenomena yang diakibatkan google terhadap  Blog atau website, maka penamaan tersebut diberikan oleh  webmaster untuk lebih memahami dan menemukan jalan keluarnya.

Dari waktu ke waktu Google memang terus memperbaharui alogaritma mereka untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para  usernya, karena mereka bergerak dalam pelayanan jasa pencarian Keyword, maka mereka bertekad untuk memberikan hasil pencarian yang paling relevan dan bermutu bagi penggunanya.

Hal ini berguna sekali bagi cucu-cucu mbah Google yang selalu bertanya tentang apapun, kalo dulu ketika kita bertanya  tentang topik satu hal, sering kita terjebak kedalam konten yang isinya cuman keyword doang tanpa sedikitpun membahas atau berhubungan dengan pertanyaan yang kita ajukan. Hari ini ? TIDAK !!  blog-blog aneh kayak gitu sudah berada di dunia antah berantah dan diusir dari SERP Google. Kita akan lebih nyaman dengan jawaban yang diberikan si mbah…

Blogger baru seperti saya menghadapi fenomena ini sungguh kelabakan, dengan hanya mengandalkan Plugin SEO tanpa banyak merubah settingan, sedangkan settingan default Plugin bersangkutan bisa menyebabkan musibah, karena mulai bertentangan dengan alogaritma google, tehnik SEO yang dulu di bangga-banggakan para master SEO sekarang bisa menjadi  Boomerang. Jadi kita harus up to date, dalam menerapkan tehnik SEO yang “aneh”, baca dulu tanggal e-book atau artikel tentang SEO tsb Publish, jangan sampai tehnik SEO 2008 diterapkan tahun 2012, Bunuh diri namanya

Tentu saja artikel SEO yang akan selalu dipakai dan tetap aman diterapkan adalah artikel yang memberikan saran untuk menulis artikel berkualitas dan penerapan serta penempatan keyword yang wajar dan secukupnya, tanpa copy paste tentu saja. Susahkah? memang susah karena dalam beberapa pembahasan kita memerlukan referensi penulisan untuk memperkuat artikel, jadi berilah backlink kepada blog yang artikelnya kita kutip dan tidak mengcopy mentah semua kalimat.

(maaf bukan bela diri) Dalam kasus saya bahkan sudah saya utarakan sebelumnya, artikel yang dimuat dalam blog ini merupakan artikel yang pernah dimuat  pada blog wordpress gratisan, walaupun telah dihapus (trash dari dashboard) namun google tetap mengindeksnya dan menyatakan blog ini melakukan  duplikat content , karena tentu saja dalam history mereka postingan terdahulu yang pertamakali mempublishnya. Walapun author tetep saya sendiri hal ini berbeda dalam pandangan Google dengan kata-kata kira-kira seperti ini jangan membuat artikel yang sama dalam subdomain yang bisa berpotensi menjadi duplikat content. Mungkin seharusnya saya melakukan penghapusan Link-link artikel artikel itu di Google webmaster

Hal ini saya buktikan dengan cara mencari nama Blog ini yaitu Ayahnieda Blog, yang muncul adalah blog wordpress saya yang dulu, padahal nama blog itu telah saya rubah menjadi My First Blog. Ini bisa memperkuat alasan saya bahwa artikel-artikel terdahulu yang telah di hapus  dari dashboard dan dipindah kemari pun masih dianggap ada dan menjadi duplikat content. Duplikat content bukan hanya terjadi seperti ini masih banyak penyebab yang lain, tapi ini hanya salah satunya saja.

Bagaimanapun kita sebagai aktivis blog, harus hati-hati bila tidak ingin terkena efek-efek alogaritma google terbaru, lebih selektif menerapkan SEO, dan tentunya yang harus menjadi bahan utama perhatian Konten, karena konten Is the King baik buat robot google maupun Pengunjung blog. Setuju Kan?  Semoga Bermanfaat, Wassalam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *