caption

Inilah Cara Memilih Investasi Untuk Pemula

Investasi Untuk Pemula itu Sebaiknya Apa?  Mungkin anda pernah bertanya-tanya seperti ini. Sebaiknya saya investasi di mana ya? Mengingat , instrumen investasi tuh ada banyak banget. Ada yang namanya deposito, obligasi, reksa dana, saham, emas, valuta asing, peer to peer lending, bitcoin, dan masih banyak lagi. Bisa dibilang , setiap instrumen investasi tuh punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing Ada instrumen investasi yang aman banget. Risikonya super kecil, tapi return atau keuntungannya ga terlalu besar. Dan modal pokok investasi anda tuh terkunci dalam waktu yang bisa dibilang tuh cukup lama.

Sebaliknya , ada juga juga instrumen investasi yang risikonya tinggi, tapi memungkinkan kita buat dapetin keuntunganyang tinggi dalam waktu yang relatif singkat. Ini , hukum klasik dalam dunia investasi, Yang lebih sering dikenal dengan istilah “high risk high return”, “low risk low return” Artinya , semakin besar risiko investasi, semakin besar juga potensi keuntungannya Sebaliknya , semakin kecil risikonya, semakin kecil pula potensi keuntungannya. Nah, sebelum anda nentuin instrumen investasi mana yang akan anda pilih anda perlu memahami dulu pemetaan investasi yang akan saya coba jelasin dengan 2 dimensi.

BACA JUGA  Cara Berbisnis untuk Pemula dengan Memanfaatkan Media Sosial Sebaik Mungkin

4 Aplikasi Survey yang Membayar

 

Yougov
Download

SurveyOn
Download

 

Life Point
Downloadr

Panel Place
Download

 

Dimensi yang pertama adalah pengkategorian investasi berdasarkan tingkat risiko dan return-nya. yang akan kugambarin dengan sumbu vertikal . Yang bagian atas adalah high risk high return. Sementara yang bagian bawah adalah low risk low return. Sementara dimensi kedua yang kedua itu adalah pengkategorian investasi berdasarkan periode waktu investasinya. Yang akan saya gambarin dengan sumbu horizontal. Yang sebelah kiri itu adalah investasi jangka pendek atau short term. Yang sebelah kanan itu untuk jangka panjang atau long term Nah, dengan begini kita tuh jadi punya pemetaan investasi yang terdiri dari 4 area gitu ya. Yang area 1 itu adalah instrumen investasi yang high risk high return dengan periode investasi jangka pendek.

Area kedua itu adalah instrumen investasi yang high risk high return dengan periode investasi jangka panjang. Terus ada juga area 3 yaitu instrumen investasi yang low risk low return dengan periode investasi jangka pendek. Terakhir ada area 4 untuk instrumen investasi yang low risk low return dengan periode investasi jangka panjang. Oke, sekarang kita coba bahas pemetaan area investasi ini lebih mendalam. Kita bahas dari area 1 dulu ya Area 1 itu adalah instrumen investasi jangka pendek , yang punya potensi keuntungan yang tinggi, tapi punya potensi kerugian yang tinggi juga.

Contoh investasi yang ada di area ini biasanya dalam bentuk trading. Entah itu trading saham, trading forex, trading bitcoin Atau bisa juga berburu barang-barang limited edition yang akan dijual dalam waktu jangka pendek. Biasanya, instrumen invetasi yang ada di area ini tuh perlu waktu perhatian khusus dan kemampuan analisis tertentu. Orang-orang yang cocok bermain di area 1 ini tuh adalah mereka yang risk taker dan punya keberanian buat menanggung potensi risiko investasi yang besar. Serta punya cukup waktu buat ngasih perhatian dan analisis terhadap intrumen investasi yang bersangkutan.

Lanjut ke area 2 yaitu instrumen investasi jangka panjang.. yang punya potensi keuntungan yang tinggi, tapi potensi kerugiannya tinggi juga gitu. Contoh instrumen investasi yang ada di area ini tuh misalnya Investasi di saham blue chip, investasi di reksa dana, khususnya reksa dana campuran dan reksa dana saham Investasi properti, investasi mata uang asing, investasi jangka panjang di crypto currency, obligasi perusahaan dengan rating rendah, atau bisa juga investigasi di barang-barang antik atau langka yang nilainya berpotensi untuk terus naik Mereka yang memillih investasi di area 2 ini Itu biasanya mereka yang punya keyakinan jangka panjang terhadap komoditas atau objek yang mereka investasiin, dan punya keberanian buat nanggung potensi risiko yang ga sedikit.

Lanjut ke area 3 yaitu untuk instrumen investasi jangka pendek yang punya potensi keuntungan dan kerugian yang kecil. Contohnya , ada reksadana pasar uang atau pendapatan tetap Obligasi negara retail atau ORI Ada juga peer to peer lending tertentu dengan jaminan asuransi dan lain-lain. Biasanya , yang cocok berinvestasi di area 3 ini tuh adalah orang-orang yang pengen berinvestasi aman, punya modal terbatas, serta butuh fleksibilitas dalam pencairan dananya.

Yang terakhir area 4 yaitu untuk instrumen investasi jangka panjang yang punya potensi keuntungan yang relatif kecil, tapi bisa dibilang sangat aman dan potensi kerugiannya tuh rendah atau bahkan sangat rendah. Contoh investasi yang ada di area itu misalnya , deposito, emas, obligasi SBR, dan lain-lain. Area investasi ini cocok banget buat mereka yang pengen mempertahankan nilai aset yang mereka punya supaya bisa mengimbangi nilai inflasi dalam jangka panjang.

Instrumen investasi di area 4 ini tuh biasanya diminati oleh orang-orang yang punya keterbatasan waktu buat mantengin aset investasinya. Sampai orang-orang tua yang udah pensiun dan udah ga produktif lagi, tapi masih pengen buat mempertahankan nilai asetnya. Ga jarang juga , instrumen investasi di area ini dijadiin sebagai tabungan masa depan Misalnya , buat tabungan pendidikan anak sampai tabungan hari tua Nah sekarang anda udah paham deh tentang pemetaan investasi.

Semoga pembahasan tadi bisa jadi panduan anda ya buat nentuin instrumen investasi yang paling cocok buat anda. Dalam prakteknya , sebetulnya kebanyakan investor  seringkali mengkombinasikan instrumen investasinya pada beberapa area sekaligus. Bahkan ada juga yang naruh asetnya di keempat area tersebut. Tapi tentunya , pembagian aset tuh dilsayain secara proporsional ya Sesuai dengan profil risiko masing-masing investor.

Nah, sekarang anda mungkin bertanya-tanya Kalau mau mengkombinasikan investasi di keempat area tersebut Sebaiknya proporsi aset yang dialokasiin ke masing-masing areanya tuh gimana ya? Sebetulnya ini tergantung profil risiko anda Di mana setiap orang tuh punya profil risikonya sendiri-sendiri Dalam artian , setiap orang tuh punya kebutuhan hidup dan gaya hidup yang beda-beda Misalnya , ada orang eksekutif muda yang belum berkeluarga dan belum punya tanggungan. Tentu gitu ya pasti punya pendekatan investsai yang beda dengan kepala keluarga dengan tanggungan 3 orang anak.

Nah ada sedikit tips dari saya supaya anda bisa merefleksikan profil risiko anda dan menyesuaikan dengan 4 area investasi di atas.

Sebelum anda memutuskan instrumen investasi yang anda pilih Coba anda tanyain beberapa pertanyaan ini deh ke diri anda sendiri

Pertama

Berapa lama target waktu investasi anda dan apa tujuan andaberinvestasi? Apakah tujuannya untuk mengakselerasi pertumbuhan aset anda dalam waktu singkat? Atau anda ingin menumbuhkan aset anda secara perlahan dalam jangka waktu panjang?

Kedua

apakah anda siap untuk mengunci aset investasi anda dalam jangka waktu panjang? Atau anda perlu instrumen investasi yang cukup fleksibel Supaya uangnya bisa cair sewaktu-waktu kalau dibutuhin?

Ketiga

apakah anda punya waktu luang buat memantau serta mengawal pertumbuhan aset investasi anda? Soalnya , ada beberapa instrumen investasi Khususnya yang punya risiko tinggi yang perrlu pemantauan khusus Supaya risikonya bisa diminimalisir.

Keempat

berapa budget yang akan anda alokasiin untuk investasi. Pastiin , budget investasi tuh anda itung dulu Supaya ga kecampur aduk sama cashflow biaya bulanan, kewajiban anda buat bayar tagihan, dan kebutuhan hidup sehari-hari.

Nah, dengan merefleksi diri anda dengan 4 pertanyaan tersebut Semoga anda bisa lebih jeli dalam memilih instrumen investasi dan mengalokasikan dana anda sesuai dengan tujuan investasi dan profil risiko anda.

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=hXsz3h_8t9w